
Sejarah, Visi, dan Misi Perumda Danum Benuanta
VISI
"Mewujudkan Perumda Air Minum Danum Benuanta Kabupaten Bulungan yang sehat, mandiri dan profesional."
MISI
a. Peningkatan Pelayanan Air Bersih yang Efisien dan Berkelanjutan
b. Menciptakan Profesionalisme SDM yang kreatif, berkemauan keras untuk maju serta memiliki ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik (Iptek dan Imtaq);
c. Membangun Lingkungan Kerja yang memprioritaskan integritas dan prestasi; dan
d. Meningkatkan kinerja Administrasi, Keuangan dan Operasional.
SEJARAH SINGKAT PDAM KABUPATEN BULUNGAN
Berdirinya PDAM Kabupaten Bulungan diawali dengan pembangunan Proyek Air Bersih yang dilaksanakan oleh Proyek Peningkatan Sarana Air Bersih Kalimantan Timur dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Bersih ( IPA ) di Kota Tarakan pada awal tahun delapan puluhan di Sungai Sesanip Kampung Bugis Dalam dengan kapasitas 30 l/dt, Instalasi Pengolahan Air Bersih di Kota Nunukan dengan Kapasitas 20 l/dt dan Instalasi Pengolahan Air Bersih Sungai Buaya Tanjung Selor dengan Kapasitas 20 l/dt, di Tanjung Selor lengkap dengan jaringan perpipaan yang dibutuhkan pada saat itu.
Pada awal tahun 1984 seiring dengan selesainya pembangunan Sarana Air Bersih tersebut dimulailah pengelolaan Operasional Air Bersih di Kabupaten Bulungan dengan dibentuknya Badan Pengelola Air Minum ( BPAM ) Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan yang di pimpin oleh Bapak M. AMANG, BMuE. dengan memiliki 3 (tiga) wilayah cakupan pelayanan, yaitu ;
- BPAM Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan Cabang Tanjung Selor langsung dibawah Kepala BPAM Kabupaten Bulungan,
- BPAM Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan Cabang Tarakan dikepalai oleh Bapak AJI RUCHIYAT RAHMAN dan
- BPAM Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan Cabang Nunukan dikepalai oleh Bapak ACHMAD RUSLI.
Pada tahun 1991 BPAM Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan memiliki unit kerja baru dengan selesainya pembangunan Instalasi Air Bersih (IPA) di Ibu Kota Kecamatan Malinau dengan kapasitas 5 l/dt. yang kemudian disusul dengan penambahan Instalasi baru pada tahun 1994 di Tideng Pale dengan kapasitas 2,5 l/dt, Sungai Pancang dengan kapasitas 5 l/dt dan Tanjung Palas dengan kapasitas 5 l/dt.
Pada tanggal 18 Maret 1993 Badan Pengelola Air Minum ( BPAM ) Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan telah beralih status menjadi Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan dengan dipimpin oleh seorang Direktur Utama yaitu M. Amang, BMuE. dan 2 orang Direktur Umum yaitu Drs. Moch. Ali dan Direktur Teknik yaitu Djumanto.
Dengan diserahkannya Asset Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara penyerahan dari Menteri Pekerjaan Umum kepada Gubernur Kalimantan Timur yang selanjutnya diserahkan kepada Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bulungan.
Dasar Hukum pendirian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan adalah PERATURAN DAERAH Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan Nomor 7 tahun 1983 tanggal 10 Desember 1983 yang di-Undangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Bulungan Nomor 3 tahun 1984 tanggal 1 Juni 1984
Pada tahun 1997 M. Amang, BMuE. digantikan oleh H.M. Noor Imas, seiring dengan adanya pemekaran wilayah Kabupaten Bulungan menjadi beberapa daerah Kabupaten dan Kota, maka PDAM Kabupaten Bulungan terpecah menjadi beberapa bagian, ditandai dengan serah terima asset kepada daerah baru.
- Serah terima PDAM Cabang Tarakan kepada Pemerintah Kota Tarakan pada tanggal 31 Desember 1999.
- Serah terima PDAM Unit Malinau kepada Pemerintah Kabupaten Malinau pada tanggal 23 Januari 2002.
- Serah terima PDAM Cabang Nunukan kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan pada tanggal 7 Januari 2005.
- Serah terima PDAM Unit Tideng Pale kepada Pemerintah Kabupaten Tana Tidung pada tanggal 20 April 2009.
Setelah pemekaran Kabupaten Bulungan maka PDAM KAB-BULUNGAN memiliki 6 Unit layanan yaitu,
1. PDAM Cabang Tanjung Selor.
2. PDAM Unit IKK Tanjung Palas.
3. PDAM Unit Desa Jelarai.
4. PDAM Unit IKK P. Bunyu.
5. PDAM Unit Desa Salim Batu.
6. PDAM Unit Desa Bumi Rahayu
Pada tahun 2012 H.M. Noor Imas pensiun digantikan oleh Pejabat Sementara Warno Dipo yang merupakan Kepala Bagian Administrasi & Keuangan PDAM Kabupaten Bulungan sejak 1 Januari 2013 s/d 30 Juni 2013 sambil menunggu hasil Fit & proper test calon direktur baru.
Selanjutnya PDAM Kabupaten Bulungan dipimpin oleh Direktur H. Mohd. Nuch Galeba M,SE,M.Si. Mulai 1 juli 2013 s/d 31 Desember 2018. Saat ini PDAM KAB-BULUNGAN dipimpin oleh WINARDI,S.T selaku direktur PDAM Kabupaten Bulungan dari tahun 2019 hingga sekarang. Pdam Kabupaten Bulungan berubah nama menjadi Perusahaan umum Daerah Air Minum Danum Benuanta pada tanggal 13 Mei 2020 sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Bulungan no. 5 tahun 2020 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum.
Seiring berakhirnya masa jabatan Winardi, S.T., estafet kepemimpinan PDAM Kabupaten Bulungan akan dilanjutkan oleh Eldiansyah, S.E. yang ditunjuk sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Benuanta periode 2024–2029. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat membawa inovasi baru dan memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah, terutama dalam penyediaan air minum yang berkualitas.
Transformasi dan kesinambungan kepemimpinan ini mencerminkan semangat perusahaan dalam beradaptasi dan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
- o O o -